Sabtu, 15 September 2012

Sepele,

Sebuah maslah yang di awali hanya dengan terbukannya FB beberapa detik saja, tapi mungkin itu adalah titik awal segalak kemelut dan carut marut ini terjadi. emosi diri tak terkendali dan rasa tak enek sekejam mengalair di setiap relung-relung darah diri ini, tak menyangka pula masalah ini menjadi sekrusial dan seruwet ini, ibarat barusaja mendapat pengumuman nilai matakuliah tak bertulisak A, B, C, bahkan D sekalipun,,, sunguh ironis memang, 

memang menjadi konsekwensi menjalani kirah yang kita rangkai nbersama di tengah hiruk pikuk konsekwensi yang membayangi, tapi ingatlah itu adalah suatu perjuangan yang akan nikmat dan indah pada nantinya, menjadi cerita di kala kita bersama, dan menjadi pengalaman yang berharga bagi kawan maupun anak cucu kita pada nantinya, 

sungguh tak rela diri ini meninggalkanmu karena sudah tamat hatiku olehmu,, banyak tentang diriku yang sudah kamu tahu, dan sudah begitu banyak segala bentuk apa yang ku angap rahasia pribadiku ku eluhkan, ku mintakan pertimbanagan kepadamu,,, aku tak rela kita berpisah walau hanya hanya sesaat,, aku tak bisa memikirkan bagaimana jadinaya diri ini, jikalau tak ada dukunganmu, taka ada motivasimu, tak ada celotehanmu, takada omelanmu, tak ada segalanya darimu,,,,, berat memang, namun aku juga tak bisa egois,,,,

KEJAR TERUS CITA-CTAMU, TUNJUKAN PEMBUKTIAN ITU,,, KU YAKIN ENGKAU PATI BISA,,,, AKU AKAN SETIA MENANTIMU BEBERAPA BULAN LAGI,,, DUKUNGANKU MELALUI SETIAP DOAKU, TAKKAN HENTI2NYA MENYENANDUNGKAN NAMAMU,,,,,,,

Selasa, 17 Juli 2012

17....

Teruntuk kekasihku yang bahagia,,
17 Tahun sudah dirimu mengenyam dan mengarungi hidup di dunia ini,,, waktu yang sunguh tidaklah sangat singkat,  hidup di tengah bayang kemajuan zaman dan hidup di bawah naungan sang maha server yang selalu mengawasi langkah dan prilaku hidupmu, langkah 17 tahun ini adalah bukti kebesaranya yang masih senantiasa memberi kesehatan, kenyamanan, tambahan ilmu, limpahan pengalaman, dan berjuta bahkan bermilyar-milyar kemurahanya yang tak terumuskan dalam kata-kata dan tak terhitungkan oleh digit nominal angka,,,

Truntuk kekasihku yang menerimaku apa adanya,
bertambahnya umur bukan berarti hal yang mengembirakan, karena semakin tuanya usia fisik kita di dunia ini, maka berkurang juga jatah kita untuk mengais bekal untuk hari perhitungan,, mari sedikit menengok ke tahun-tahun yang telah ter lewati, jadikan apa yang telah terjadi dan telah engkau lalui sebagai pembelajaran dan koreksian untuk melangkah maju di hari-hari yang akan datang, agar kemurahan sang maha Khaliq akan senantiasa mengikuti langkah hidupmu, dan meliputi seluruh tindakanmu,,, 

Teruntuk cintaku yang senentiasa sebagai pertimbanganku,,
17 adalah umur dimana manusia sudahmatang, dari berbagai macam sisi, baik fisik maupun pemikiran, berkaca dari hari-hari barumu ini, pupuk kembali kedewasaanmu agar lebih matang, tumbuhkan dan tetapkan komitmen hidupmu untuk menjadi seorang yang berpendirian tak mudah terpengaruh dengan berbagaimacam bujuk rayu tak tahu aturan,, jujur, akupun belum bisa dewasa saat menjalin kisah denganmu, rasa cemburuku selalu mendominasi, buruk sangkaku selallu menghantui,, tapi jujur, itu semata-mata karnaku tak menginginkan engkau pergi dariku, atau bahkan tak mengangap lagi ku ada,, 

Teruntuk habibatiku yang menjadi tamatan hatiku,
Masa akhirmu di tempat itu sudahlah hampir paripurna dengan hitungan bulan saja, Khusnul Khotimahkan seluruh perjuanganmu selama ini dengan hal yang membangakan, jangan sampai menyesal di akhir nanti, aku yakin kamu mampu untuk jadi yang terbaik, teruslah berusaha, tingkatkan intensitas ibadah demi mendapat rido dan bantuan-bantuanya, karena sungguh tanpa kau mendekatkan diri padanya, hari-harimu akan lebih sulit,,,

Teruntuk pujaan hatiq yang mungkin saat ini sedang marah denganku,,
maafkanlah dirku yang kadang tak memahamimu, kadang tak mempedulikanmu, bahkan kadang berdusta denganmu,, aku mungkin banyak khilaf padamu,, namun, aku butuh peranmu untuk selallu mengingatkanku saat ku salah, memberiku arahan saat tak tahu arah, dan selalu ada di sampingku untuk memberi dukungan,, sungguh marahmu adalah bumerang hebat yang mempengaruhi segala aspek kehidupanku,, tapi InsaAllah marahmu adalah bukti sayankmu padaku,, aku percaya itu,,,,, sungguh tak ada maksut tuk buatmu marah padaku,, mungkin dirimu betah tak berhubungan denganku,, tapi jujur diri ini sulit sekali tuk marah atau bahkan memutus komunikasi antara kita di saat kita bisa,,, 

Teruntuk kekasihku yang sangat ku sayank,,
Maafkan diriku karena di ulangtahunmu ini diriku belum bisa memberikan apapun itu,, sungguh aku sangat merasa hina karena itu, aku mungkin lebih buruk dari orang-orang yang peduli aakn hari istimewamu itu,, aku  sanggat menyesal akan hal ini, mungkin aku hanya sibuk mengurusi tahun ajaran baru yang ada di tempat ini, mengikuti kegiatan akademisi yang hanya memperbaiki nilai, dan berbagai kesibukan yang menjadikanmu lebih terabaikan,,, usahaku seharian kemarin meninggalkan tempat ini dan berkeliling ke mana-mana untuk memberimu sesuatupun tak membuahkan hasil yang berarti,, sungguh diri ini merasa terpuruk akan hal ini,, namun mungkin hari ini akan ku ganti dengan hari yang lain utuk bisa lebih membahagiakanmu,,,

Sekalilagi aku minta maaf dengan sangat,, karena ketaktahudirianku,, ku harap hal ini tak mengurangi rasa sayank dan cintamu pada ku yang memang punya banyak salah padamu,,

17 tahun, lebih semanggat lagi ya,, sukses,, tingkatkan Belajar n Ibadah, lebih Dewasa,, Amien, Doakan aku juga ya,,,
Love u,,,, 

Selasa, 03 Juli 2012

Teruntuk Muslimahku

Kebesaran Allah yang telah menciptakan manusia seindah mereka, dari sebuah rusuk yang merupakan bagian penting dalam susunan tulang manusia. Mereka adalah bukti perhiasan nyata dunia, yang tentunya akan senantiasa menghiasi perjalanan hidup setiap hamba,, namun akankah semuanya adalah perhiasa yang wajib di jaga?? ( Adunya mataun wa qoiru mataiha maratun solihatun ) Bukan, perhiasan yang wajib di jaga hanyalah mereka yang cantik dalm artian kesolehanya. karena Rosulluloh telah membenarkan hal tersebut,,, lalu, menjadi apakah mereka yang tak memiliki kesolihaan dalam dirinya ?,, ? yang jelas mereka hanyalah orang yang sombong dan bangga akan apa yang mereka lihat pada orang umumya, yang tak punya pendirian, yang tak mau berubah menuju kemaslahatan yang telah di gariskan. 

Teruntuk Muslimahku yang ku sayank,,
Engkau berada di sana dengan sebuah pemahaman yang telah di tanamkan sejak dini, pemahaman akan pentingnya sebuah loyalitas terhadap Dien ini,,, baik dari segi aqidah maupun akhlah,,, aku tak meragukan lagi kepercayaanmu terhadap Dien ini,,, Aku juga tak ragu akan kepahamanmu akan perintah Pencipta akan dirimu,,, aku percaya kehidupanmu di tempat itu selalu berhiaskan dengan keseharian yang penuh dengan warna kebaikan dan kesyariahan,, aku percaya kau adalah wanita solihah yang mau berubah untuk menjadi orang yang lebih baik dari saat ini,,, aku percaya kau masih mau menerima nasihat dalam hal kebaikan,, aku percaya kau berperinsip untuk terus berubah demi sebuah kemaslahatan,, aku percaya kau adalah tebaik bagiku.....

Teruntuk Muslimahku yang ku Sayank..
Aku sangat menyayangimu, dan aku bangga denganmu karena kau selalu mengindahkan nasehat-nasihatku. sungguh itu semua bukan bermaksut untuk merubah jalan hidup dan kebiasaanmu,, aku hanya ingin kau menjadi sebuah perhiasan yang wajib di jaga di dunia ini, dan menjadi sebuah makhluk yang dapat membuat iri para bidadari surga, sungguh kecantikan maupun kebarat2an dalam berbusana bukanlah prioritas yang di lihat di mata Allah, bahkan dunia ini,, lihatlah, berapa banyak saudara-saudara kita dihina dan di lecehkan karena berpenampilan tak sesuai dengan mata masyarakat negeri ini,, Betapa sering gunjingan dan olok-olok pada mereka yang berbusana muslimah namun tak sempurna,,?? Pemakaina busana yang hanya setengah2 hanyalah akan menimbulkan kerisauan,, dan kegelisahan,,, . Jujur, aku mengatakan ini semua bukan karena ikut campur dan ingin menjadikan km seperti apa yang aku mau... tapi aku tak rela kekasihku di gunjing dan menjadi bahan omong2an sebagai orang yang tak paham akan tatacara menjadi seorang yang baik,,

Muslimahku yang senantiasa menghiasi hatiku,,
Kawlah lentera yang membantu perjalanan perjuangan ku.. aku hanya ingin menjadi penjaga perhiasan agar tak menjadi hal yang di abaikan, namun perhiasan yang berharga mahal di mata Sang Kholik,, dan kaulah itu Muslimahku,,, Sadarkah kau betapa Takutnya diri ini kehilanganmu saat ini,, sadarkah kau Betapa berharganya dirimu bagi diri ini,, dan sadarkah kau kalu diri ini hanya inggin menjagamu dari keterpurukan di mata Illahi dan di mata para manusia dunia ini,, maka dari itu, bantu diri ini untuk merealisasikan sebuah harapan besar ini,,,

Semoga sedikit risah ini dapat tersampaikan kepada Muslimahku yang senantiasa menghiasi langkah hidup perjuanganku,,

Rabu, 09 Mei 2012

Antara Hati dan Kepentingan Akademis

  Jenjang perguruan tinggi, dimana di kerucutkan lingkup pembelajaran kita dari yang tadinya mempelajari berbagai macam jenis pelajaran dari mulai etsakta sampai ilmu2 sosial,,, yang di harapkan dengan hal ini setiap diri dapat memilih dan menjadi sepesialisasi suatu jenis keilmuan tersendiri,,, begitu pula dengan diri ini,,,
Jenjang sekolah atas di lewati dengan belajar di tengah Angka2 dan rumus2 kima maupun fisika, n kadang menghafal nama-nama latin dalam biologi,, walau dulu suka si,, namun hal ini tak sejalan dengan keputusan yang di ambil ketika menginjak ranah perguruan tinggi, diri ini lebih teropsesi pada dunia sosial dan politik, yah tepatnya di Komunikasi, walau pada dasarnya jurusan yang di ambil adalah jurusan interdisipliner, namun tak lepas dari dotkrin2 dan pemahaman2 barat yang tentunya tak sejalan dengan keadaan hati yang sejak lulus sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di jejeli dengan pemahaman2 yang selalu berlandaskan pada Alquran dan Sunah,, 
  Perang antara kebutuhan akademik dan hati nurani yang kadang tak setuju pada arahan dosen2 yang di sedikit berbau liberalis dan tak sejalan dengan pemahaman selama ini selalu muncul dalam sanubari,, merasa sungkan mengadu statemen yang benar secara akademis, tapi tak selalu benar dengan keadaan hati nurani yang kadang kala berbanding terbalik dengan apa yang terlontar oleh lidah yang hanya mementingkan kesuksesan akademis dan mendapat nilai yang di inginkan,, yah,, inilah dilema dan gejolahk yang ada dalam kehidupan seorang Muslim yang belajar di tengah ilmu sekulerisme dan westernisasi,,, 

Alhamdulilah Hati ini tak pernah mengiyakan apa yang selalu di ajarkan, namun tetap berpegang dengan al wala' wal baro' yang telah lebih dulu matang pada awal Baliqku,, 
Semoga Allah selalu menjaga keyakinan ini hingga akhir hayat ini,, amien,,,

Senin, 07 Mei 2012

Yankuz

Hilang semangat,,,,
Daya kritis pun juga berkurang,,,,
Daya saing pun juga semakin terkikis,,,

Hanyalah masalah yang sepele yg buat ini semua berubah,,,,,,

Bismillah, moga lekas di berikan kemudahan dan di kembalikan pada izah yang baik,,,,,,,

PERCAYA,,
Bahwa Allah akan mensukseskan hambanya yang Tawakal, Sabar, dan terus Berdoa,, Amien,,,

Selasa, 01 Mei 2012

Welcome May

Usai sudah Bulan April,,
Bulan yang banyak sejarah indah dalam hidupku,, dan bulan dimana diriq mulai menghirup udara di dunia ini,,
but,, berakhir sudah april tahun ini dengan banyak kenagna indah, baik dari suksesnya program dari anak2 OSIQ kemarin n pembatalanq mengikuti makrab PMY karena mementingkan kepentingan ma'hat yang lebih urgen,, hehh n ada lagi, aku yang biasa motret2 acara pengajian,, di akhir april ini aku menghadiri undangan tuk menjadi dokumentator pada acara ibu2 PKK di desa sebelah, yah maklum lah mbkq yang jadi ketua PKK nya,, hehhe n waktu itu dimana bidikan kameraku juga terarah pada kemolekan tubuh para penyanyi dangdut,, hahhah,, first experient,, ga aga g

Now.
Welcome to May,,
Hari awal ku mulai mengikute perkuliahapagi hari yang hanya melihat sebuah film tentang Multi culturan,, yah bgus dan penuh dengan pendidikan moral,,, so mata kuliah selanjutnya,,, Multikultur yang di ampu oleh bu Firli Anisa berkenaan dengan Individualistik dan Colagetifistik, hahha jadi tambah ilmu lah,, tentunya tentang Management Konflik yang perlu di tinjau dari segi Budaya, Kebiasaan, n Latar belakang,, huhuhuhu.. sudah merasa jadi praktisi,,,,

So sore tadi, Mbkq yang merupakan ketua PKK tadi datang ke pondok untuk mengambil File Photo lomba kemarin,,, yah tak kusangka Mbkq membawa sebuah kejutan,, hadiyah yang mungkin perdana  ku dapatkan setelah bertahun2 g mendapatkan sebuah hadiyah di pergantian umurq,, wkwkkw lebay,,,,, eah, dah kebiasaan mungkin wat mbak q yng satu ini,, setiap q ulang tahun masti memberi hadiyah,,,, Thankz mbk,,, Walau jarak satu bulan dari hari ultahq,, hehheheh,,, maaf lum bisa membalas,,,, pi aku juga g habis pikir,, umurq dah 20 tahun masih ada yang beri hadiyah,, wkwkkw,,, hal yang tak di kira2,, ga ga ga ga..

yah,,, moga mei ini di liputi hari2 yang lebih indah,, karena di rencanakan dengan akan banyak agenda, dari matakuliyah yang akan di padatkan n program pondok to malang,, wahahhah,, ,,

Good bye Aprillll,,, Welcome Mayyyyy

Senin, 30 April 2012

Retorika Kehidupan,

   Hidup tak berjalan seperti yang di rencanakan oleh diri pribadi,,, itu adalah hal wajar n menjadi sunaTuLLAh yang merupakan hak perogratif yang tak dapat di tawar lagi,,, Manusia hidup di dunia ini pun bukan lah menjadi pilihan pribadi mereka,,,, bahkan tanpa sadar mereka sudah menghirup udara di tengah hiruk pikuk dunia dan mendapat mandat untuk menjadi seorang khilafah yang tentunya akan di mintai pertangung jawabanya kelak pada hari Hisab,,,
  Berbicara tentah hidup dan kehidupan tentunya tak lepas dari sebuah Social Relations, atau yang mudah di sebut oleh anak sekolah dasar sebagai, Hubungan Sosial,,, yah,, pelajaran yang ku dapatkan sejak belum menginjak baliq,,, " Manusia adalah mahluk sosial,, yang tak bisa hidup sendiri " yang cukup masuk akal kala itu di dalam nalar seorang yang belum memngenal apa itu makna kehidupan,,,
  Hubungan sosial tentunya tak bisa d elakan lagi dari hidup ini, apalagi bagi orang yang berdomisili di tengah kehidupan pesantren yang tentunya berasal dari berbagai sudut pandang yang berbeda, baik Kebudayaan, status sosial, pendidikan, dan keluarga,,, yag,, cukup kompleks,,, mengambarakan indonesia kecil yang sangat multi dan plular,,,,, tantangan sendiri hidup di indonesia kecil ini,, rentang waktu yang lama dan kebiasaan hidup di tempat yang serba macam2 individu ini belum tentu bisa mengangap semua hal biasa,,,, bahkan kadang hal ini  menjadi bumerang sendiri dan penghapus semangat persatuan,,, walau sebuah individu telah menginjakan kakinya di ranah pengabdian,,,,
  Gesekan antar individu adalah hal wajar, tapi mungkin perbedaan penyikapan yang membuat masalah kecil terdramatisir se demikian rupa,,, eah,, tangapan individu memang harus memperhatikan segala aspek,, dan tidak selalu dinamis dalam menyikapi sebuah problematika,,,, yah gesekan yang kadang membuat perpecahaan kalau tidak di tangulangi dengan benar memang benar adanya,, tapi yang jelas,,,, hal ini tak bisa di hilangkan dan di hapuskan dari kodrat manusia,, yah,, sama lah ma masalah konflik,,, tapi yang perlu di perhatikan dalam hal ini,, cuman bagimana kita dapat mengatur n membuat managemnet pada diri pribadi kita dalam mengatur emosional, pemahaman, dan keadaan diri pribadi kita,,,, ea yang jelas,, mari kita kontrol,,, jangan sampai masalh kecil,, menjadi penyebab hal2 yang tak kita inginkan,,, pemahaman diri dan pemahaman lingkungan perlu lebih di pahami,, dan di perhatikan,,,

"ALLAH TIDAK MEMBERIKAN APA YANG KITA MAU, TAPI ALLAH MEMBERIKAN APA YANG KITA BUTUHKAN,,,""

Terinspirasi dari sebuah masalah kecil hari ini,, "Inawloha ma'a sobirin,,""